Home Puisi Cerpen Drama Artikel Info Catatan Kontak
Selamat Datang di Ruang Pajang Cipta Karya Sastra (Puisi, Cerpen, Drama, Artikel, dan Catatan Budaya). Bagi Teman-Teman yang ingin karyanya ditayangkan di sini silakan email ke md.sarjana@gmail.com; bagi yang ingin langsung posting di blog ini silakan kirim alamat email ke md.sarjana@gmail.com
Klub Bisnis Internet Berorientasi Action

Berita Liputan 6 SCTV: Diprotes Cina, Radio Erabaru Masih Beroperasi

Kiriman pesan :Rachmat Pudiyanto 24 Februari jam 16:52
22/02/2010 20:53

Liputan6.com, Batam: Rencana Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Batam, Kepulauan Riau, untuk melarang kegiatan penyiaran radio Erabaru mulai Senin (22/2), belum bisa dilaksanakan. Sebab, belum ada keputusan akhir dari Mahkamah Agung (MA).

Suasana kantor radio Erabaru yang berlokasi di Jalan Borobudur D1, Palm Hill, Bukit Senyum, Batam, berjalan seperti biasa. Karyawan maupun reporter dan penyiar tetap melaksanakan pekerjaan rutinitas harian seakan tidak ada masalah.

Pengumuman penghentian operasional Erabaru ini berkaitan dengan program berita, di antaranya tentang berita pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di Cina. Misalnya, kasus pembunuhan dan pengambilan organ tubuh praktisi Falun Gong, kerusuhan Tibet, dan penganiayaan kaum muslim Uighur dan pelanggaran HAM lainnya.

Hal tersebut menyebabkan Kedutaan Besar Cina di Jakarta meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menutup siaran radio Erabaru karena dinilai menyiarkan propaganda politik yang mendiskreditkan pemerintah Negeri Tirai Bambu itu. Cina juga menuduh radio Erabaru dibiayai kelompok Falun Gong.

Balai Monitor Frekuensi Batam serta Departemen Komunikasi dan Informasi akhirnya memberi tiga kali surat peringatan pada 2008, yang intinya menyampaikan agar radio Erabaru menghentikan siaran pada Senin (22/2) ini.

Di tingkat pengadilan negeri, Erabaru dinyatakan kalah. Dengan dibantu Lembaga Bantuan Hukum Pers, Erabaru mengajukan kasasi ke MA namun hingga kini belum ada keputusan.

Saat ini sedikitnya sebelas orang terdiri dari wartawan dan bagian administrasi yang menggantungkan nasib di radio Erabaru. Mereka berharap agar radio 106,6 FM itu tetap mengudara seperti sedia kala.

Meski mendapat berbagai intervensi dari pemerintah Cina, namun sejak didirikan pada Maret 2005 lalu, radio Erabaru tetap eksis dan mendapat tempat di hati para pendengar, terutama di Kepulauan Riau.(TES/YUS)

0 comments:

Posting Komentar

 
7TQ5GW3HXHM7