Home Puisi Cerpen Drama Artikel Info Catatan Kontak
Selamat Datang di Ruang Pajang Cipta Karya Sastra (Puisi, Cerpen, Drama, Artikel, dan Catatan Budaya). Bagi Teman-Teman yang ingin karyanya ditayangkan di sini silakan email ke md.sarjana@gmail.com; bagi yang ingin langsung posting di blog ini silakan kirim alamat email ke md.sarjana@gmail.com
Klub Bisnis Internet Berorientasi Action

KABAR DARI KOLONG



ada desus desas
pajak di kemplang

ada desus desas
korupsi cari posisi

ada kabar
anak diculik
diambil ginjal
lalu dibuang disungai

ada kabar
tak sanggup tertulis

ada kah kabar
dari TUHAN.... Join 4Shared 
<br>Now!





 

Catatan Ni Nyoman Resini: IBU

 Catatan Ni Nyoman Resini:



IBU

Sapamu sore tadi melambungkan anganku,Momee
terasa indah di telingaku ketika separuh waktu telah habis
diperjalanan hidup kita
aku selalu berlimpah kasih walau tanpa lembut tanganmu di dahiku
dan cinta indah itu memeliharaku pada puncak kematangan spiritual
dan kasih yang meruah itu melumuri ujung ujung rambutku
menjadi hitam legam,ikal gemulai

dan aku
terlempar pada cerita usang yang terpahat disekujur lengan ayahku
ketika itu pernah menjadi bantal tidurmu sepanjang kau mau
betapa banyak berlian mahal kau taburkan sepanjang jalanku
hingga kaki kecilku luka indah
dan kini menjadi lukisan paling berkesan dalam memorialku
betapa cintamu selalu tak usang
seperti nenek bersirih untuk menguatkan geliginya
begitu engkau selalu

dan kini
lilin semakin redup di matamu
cintamu tetap indah di dadaku
karena 23 kromosommu membentuk sel sel budiku
sehingga aku merasa begitu berharga
dapat membasuh kakimu,memciummu di sisa waktu
dan pertemuan itu denganmu membawaku pada benang merah hidupku
yang kutiti dengan bimbang dan ragu
cantiknya raut wajahmu
memberiku keyakinan tentang arti sebuah pengorbanan

dan kini
kita terpisah lagi,Mommee
oleh bermil darat dan laut
tetapi selendang sutramu tel;ah membungkus resahku
betapa rinduku semakin biru
ingin berada di lekat hatimu ketika waktu masih berpihak
dan aku ingin
kau bawa aku ke negeri impianmu
sampai kita merasa bahwa dunia menjadi milik kita berdua
tertawa bermain kembali ke masa tiga puluh tahun
dan aku memutarnya kembali
pada wajah rembulan
ketika kerinduanku padamu tak berbalas waktu

bandarlampung,27 june 2010

Join 4Shared 
<br>Now!





 

Pay It Forward

Saat terlintas keraguan apakah mungkin perbuatan baik yang kecil dan sederhana yang kita lakukan kepada orang lain akan mampu mempengaruhi kehidupan mereka, mungkin Film “PAY IT FORWARD” bisa menjadi pendorong yang memberikan kita semangat untuk selalu tidak jemu-jemu berbuat baik Editkepada orang lain.

Kisahnya bercerita tentang seorang anak umur delapan tahun bernama Trevor yang berpikir jika dia melakukan kebaikan kepada tiga orang disekitarnya, lalu jika ke tiga orang tersebut meneruskan kebaikan yang mereka terima itu dengan melakukan kepada tiga orang lainnya dan begitu seterusnya, maka dia yakin bahwa suatu saat nanti dunia ini akan dipenuhi oleh orang-orang yang saling mengasihi. Dia menamakan ide tersebut: “PAY IT FORWARD”

Singkat cerita, Trevor memutuskan bahwa tiga orang yang akan menjadi bahan eksperimen adalah mamanya sendiri (yang menjadi single parent), seorang pemuda gembel yang selalu dilihatnya dipinggir jalan dan seorang teman sekelas yang selalu diganggu oleh sekelompok anak-anak nakal.

Percobaanpun dimulai : Trevor melihat bahwa mamanya yang sangat kesepian, tidak punya teman untuk berbagi rasa, telah menjadi pecandu minuman
keras. Trevor berusaha menghentikan kecanduan mamanya dengan cara rajin mengosongkan isi botol minuman keras yang ada dirumah mereka, dia juga mengatur rencana supaya mamanya bisa berkencan dengan guru sekolah Trevor.
Sang mama yang melihat perhatian si anak yang begitu besar menjadi terharu, saat sang mama mengucapkan terima kasih, Trevor berpesan kepada mamanya “PAY IT FORWARD, MOM”

Sang mama yang terkesan dengan yang dilakukan Trevor, terdorong untuk meneruskan kebaikan yang telah diterimanya itu dengan pergi ke rumah ibunya (nenek si Trevor), hubungan mereka telah rusak selama bertahun-tahun dan mereka tidak pernah bertegur sapa, kehadiran sang putri untuk meminta maaf dan memperbaiki hubungan diantara mereka membuat nenek Trevor begitu terharu, saat nenek Trevor mengucapkan terima kasih, si anak berpesan :”PAY IT FORWARD, MOM”

Sang nenek yang begitu bahagia karena putrinya mau memaafkan dan menerima dirinya kembali, meneruskan kebaikan tersebut dengan menolong seorang pemuda yang sedang ketakutan karena dikejar segerombolan orang untuk bersembunyi di mobil si nenek, ketika para pengejarnya sudah pergi, si pemuda mengucapkan terima kasih, si nenek berpesan : “PAY IT FORWARD, SON”.

Si pemuda yang terkesan dengan kebaikan si nenek, terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan nomor antriannya di rumah sakit kepada seorang gadis kecil yang sakit parah untuk lebih dulu mendapatkan perawatan, ayah si gadis kecil begitu berterima kasih kepada si pemuda ini, si pemuda berpesan kepada ayah si gadis kecil : “PAY IT FORWARD, SIR”

Ayah si gadis kecil yang terkesan dengan kebaikan si pemuda, terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan mobilnya kepada seorang wartawan TV yang mobilnya terkena kecelakaan pada saat sedang meliput suatu acara, saat si wartawan berterima kasih, ayah si gadis berpesan:”PAY IT FORWARD”

Sang wartawan yang begitu terkesan terhadap kebaikan ayah si gadis, bertekad untuk mencari tau dari mana asal muasalnya istilah “PAY IT FORWARD” tersebut, jiwa kewartawanannya mengajak dia untuk menelusuri mundur untuk mencari informasi mulai dari ayah si gadis, pemuda yang memberi antrian nomor rumah sakit, nenek yang memberikan tempat persembunyian, putri si nenek yang mengampuni, sampai kepada si Trevor yang mempunyai ide tersebut.

Terkesan dengan apa yang dilakukan oleh Trevor, Si wartawan mengatur agar Trevor bisa tampil di Televisi supaya banyak orang yang tergugah dengan apa yang telah dilakukan oleh anak kecil ini. Saat kesempatan untuk tampil di Televisi terlaksana, Trevor mengajak semua pemirsa yang sedang melihat acara tersebut untuk BERSEDIA MEMULAI DARI DIRI MEREKA SENDIRI UNTUK MELAKUKAN KEBAIKAN KEPADA ORANG-ORANG DISEKITAR MEREKA agar dunia ini menjadi dunia yang penuh kasih.

Namun umur Trevor sangat singkat, dia ditusuk pisau saat akan menolong teman sekolahnya yang selalu diganggu oleh para berandalan, selesai penguburan Trevor, betapa terkejutnya sang Mama melihat ribuan orang tidak henti-hentinya datang dan berkumpul di halaman rumahnya sambil meletakkan bunga dan menyalakan lilin tanda ikut berduka cita terhadap kematian Trevor. Trevor sendiripun sampai akhir hayatnya tidak pernah menyadari dampak yang diberikan kepada banyak orang hanya dengan melakukan kebaikan penuh kasih kepada orang lain.

Mungkinkah saat kita terkagum-kagum menikmati kebaikan Tuhan di dalam hidup kita, dan kita bertanya-tanya kepada Tuhan bagaimana cara untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepadaNya, jawaban Tuhan hanya sesederhana ini: “PAY IT FORWARD to OTHERS around YOU (Teruskanlah itu kepada orang lain yang ada disekitarmu)”

Sumber:Resensi.net

''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''

DIPOSTKAN OLEH GRUP :

PERUBAHAN HIDUP MANUSIA UNTUK MENJADI LEBIH BAIK

SALAM PERUBAHAN HIDUP MANUSIA UNTUK MENJADI LEBIH BAIK

#Perubahan Hidup Manusia Untuk Menjadi Lebih Baik sekarang hadir pula di BBM & CLUB
bagi yang ingin join ke dalam grup dapat menghubungi Theo Sumbara atau Daniel gatut S.
Thx.....

Join 4Shared 
<br>Now!






 

Filosofi Awan & Langit

Aku ingin seperti elang
terbang dengan dua sayap
melanglang buana
& hinggap sejenak mengecup kawah sindoro

lalu bercengkerama ku dengan awan
menanyai tentang langit tentang kesetiaan
bahwa mereka , awan putih tak kan mungkin pisah dari langit biru

usai kuserap intisari alam berfilosofi
letih tlah menungguiku sedari tadi
gegas kukepak jiwa kembali kesangkar insani

Join 4Shared <br>Now!




 

Filosofi Awan & Langit

 
Aku ingin seperti elang
terbang dengan dua sayap
melanglang buana
& hinggap sejenak mengecup kawah sindoro

lalu bercengkerama ku dengan awan
menanyai tentang langit tentang kesetiaan
bahwa mereka , awan putih tak kan mungkin pisah dari langit biru

usai kuserap intisari alam berfilosofi
letih tlah menungguiku sedari tadi
gegas kukepak jiwa kembali kesangkar insani




Join 4Shared <br>Now!




 

Pemarah dan penyabar

Hanya seorang yang pemarah yang bisa betul-betul bersabar. Seseorang yang tidak bisa merasa marah tidak bisa disebut penyabar, karena dia hanya tidak bisa marah. Sedangkan seorang lagi yang sebetulnya merasa marah, tetapi mengelola kemarahannya untuk berlaku baik dan adil adalah seorang yang berhasil menjadikan dirinya bersabar. Dan bila Anda mengatakan bahwa untuk bersabar itu sulit, Anda sangat tepat, karena kesabaran kita diukur dari kekuatan kita untuk tetap mendahulukan yang benar dalam perasaan yang membuat kita seolah-olah berhak untuk berlaku melampaui batas.
~ Mario Teguh

Join 4Shared <br>Now!



 

Cinta yang tulus


 
Para penumpang bus memandang penuh simpati ketika wanita muda berpenampilan menarik dan bertongkat putih itu dengan hati-hati menaiki tangga. Dia membayar sopir bus lalu, dengan tangan meraba-raba kursi, dia berjalan menyusuri lorong sampai menemukan kursi yang tadi dikatakan kosong oleh si sopir. Kemudian ia duduk, meletakkan tasnya dipangkuannya dan menyandarkan
tongkatnya pada tungkainya.

Setahun sudah lewat sejak Susan, tiga puluh empat tahun, menjadi buta gara-gara salah diagnosa. Sejak itulah dia kehilangan penglihatannya dan terlempar ke dunia yang gelap gulita, penuh amarah, frustasi, dan rasa kasihan pada diri sendiri. Sebagai wanita yang sangat independen, Susan merasa terkutuk oleh nasib mengerikan yang membuatnya kehilangan kemampuan, merasa tak berdaya, dan menjadi beban bagi semua orang di sekelilingnya.

"Bagaimana mungkin ini bisa terjadi padaku ?" dia bertanya-tanya, hatinya mengeras karena marah. Tetapi, betapa pun seringnya ia menangis atau menggerutu atau berdoa, dia mengerti kenyataan yang menyakitkan bahwa penglihatannya takkan pernah pulih lagi. Depresi mematahkan semangat Susan yang tadinya selalu optimis. Mengisi waktu seharian kini merupakan perjuangan berat yang menguras tenaga dan membuatnya frustasi. Dia menjadi sangat bergantung pada Mark, suaminya. Mark seorang perwira Angkatan Udara. Dia mencintai Susan dengan tulus. Ketika istrinya baru kehilangan penglihatannya, dia melihat bagaimana Susan tenggelam dalam keputusasaan. Mark bertekat untuk membantunya menemukan kembali kekuatan dan rasa percaya diri yang dibutuhkan Susan untuk menjadi mandiri lagi. Latar belakang militer Mark membuatnya terlatih untuk menghadapi berbagai situasi darurat, tetapi dia tahu, ini adalah pertempuran yang paling sulit yang pernah dihadapinya.

Akhirnya, Susan merasa siap bekerja lagi. Tetapi, bagaimana dia akan bisa sampai ke kantornya? Dulu Susan biasa naik bus, tetapi sekarang? Terlalu takut untuk pergi ke kota sendirian. Mark menawarkan untuk mengantarkannya setiap hari, meskipun tempat kerja mereka terletak di pinggir kota yang berseberangan. Mula-mula, kesepakatan itu membuat Susan nyaman dan Mark puas karena bisa melindungi istrinya yang buta, yang tidak yakin akan bisa melakukan hal-hal paling sederhana sekalipun. Tetapi, Mark segera menyadari bahwa pengaturan itu keliru - membuat mereka terburu-buru dan terlalu mahal. Susan harus belajar naik bus lagi, Mark menyimpulkan dalam hati. Tetapi, baru berpikir untuk menyampaikan rencana itu kepada Susan telah membuatnya merasa tidak enak. Susan masih sangat rapuh, masih sangat marah. Bagaimana reaksinya nanti?

Persis seperti dugaan Mark, Susan ngeri mendengar gagasan untuk naik bus lagi. "Aku buta !" tukasnya dengan pahit. "Bagaimana aku bisa tahu kemana aku pergi? Aku merasa kau akan meninggalkanku"

Mark sedih mendengar kata-kata itu, tetapi ia tahu apa yang harus dilakukan.Dia berjanji bahwa setiap pagi dan sore, ia akan naik bus bersama Susan sampai Susan hafal dan bisa pergi sendiri.

Dan itulah yang terjadi.Selama dua minggu penuh, Mark dengan menggunakan seragam militer lengkap,mengawal Susan ke dan dari tempat kerja setiap hari. Dia mengajari Susan bagaimana menggantungkan diri pada indranya yang lain, terutama pendengarannya,untuk menemukan dimana ia berada dan bagaimana
beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

Dia menolong Susan berkenalan dan berkawan dengan sopir-sopir bus dan menyisakan satu kursi kosong untuknya. Dia membuat Susan tertawa, bahkan pada hari-hari yang tidak terlalu menyenangkan ketika Susan tersandung waktu turun dari bus, atau menjatuhkan tasnya yang penuh berkas di lorong bus.

Setiap pagi mereka berangkat bersama-sama, setelah itu Mark akan naik taksi ke kantornya. Meskipun pengaturan itu lebih mahal dan melelahkan daripada yang pertama, Mark yakin bahwa hanya soal waktu sebelum Susan mampu naik bus tanpa dikawal. Mark percaya kepadanya, percaya kepada Susan yang dulu dikenalnya sebelum wanita itu kehilangan penglihatannya; wanita yang tidak pernah takut menghadapi tantangan apapun dan tidak akan pernah menyerah.

Akhirnya, Susan memutuskan bahwa dia siap untuk melakukan perjalanan itu seorang diri. Tibalah hari Senin. Sebelum berangkat, Susan memeluk Mark yang
pernah menjadi kawannya satu bus dan sahabatnya yang terbaik. Matanya berkaca-kaca, penuh air mata syukur karena kesetiaan, kesabaran dan cinta
Mark.

Dia mengucapkan selamat berpisah. Untuk pertama kalinya mereka pergi ke arah yang berlawanan. Senin, Selasa, Rabu, Kamis... setiap hari dijalaninya dengan sempurna. Belum pernah Susan merasa sepuas itu. Dia berhasil ! Dia mampu berangkat kerja tanpa dikawal.

Pada hari Jum'at pagi, seperti biasa Susan naik bus ke tempat kerja. Ketika dia membayar ongkos bus sebelum turun, sopir bus itu berkata : "Wah,aku iri padamu". Susan tidak yakin apakah sopir itu bicara kepadanya atau tidak. Lagipula, siapa yang bisa iri pada seorang wanita buta yang sepanjang tahun lalu berusaha menemukan keberanian untuk menjalani hidup?

Dengan penasaran, dia berkata kepada sopir itu, "Kenapa kau bilang kau iri kepadaku?" Sopir itu menjawab, "Kau pasti senang selalu dilindungi dan dijagai seperti itu"

Susan tidak mengerti apa maksud sopir itu. Sekali lagi dia bertanya, "Apa maksudmu?"

"Kau tahu, minggu kemarin, setiap pagi ada seorang pria tampan berseragam militer berdiri di sudut jalan dan mengawasimu waktu kau turun dari bus. Dia memastikan bahwa kau menyeberang dengan selamat dan dia mengawasimu terus sampai kau masuk ke kantormu. Setelah itu dia meniupkan ciuman, memberi hormat ala militer, lalu pergi. Kau wanita yang beruntung", kata sopir itu.

Air mata bahagia membasahi pipi Susan. Karena meskipun secara fisik tidak dapat melihat Mark, dia selalu bisa memastikan kehadirannya. Dia beruntung, sangat beruntung, karena Tuhan memberikannya hadiah yang jauh lebih berharga daripada penglihatan, hadiah yang tak perlu dilihat dengan matanya untuk menyakinkan diri -- hadiah cinta yang tulus dari seorang suami yang bisa menjadi penerang dimanapun dia berada, meskipun itu di dalam kegelapan.

Sumber:nagabonar1.multiply.com
''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''

DIPOSTKAN OLEH GRUP :

PERUBAHAN HIDUP MANUSIA UNTUK MENJADI LEBIH BAIK

SALAM PERUBAHAN HIDUP MANUSIA UNTUK MENJADI LEBIH BAIK

#Perubahan Hidup Manusia Untuk Menjadi Lebih Baik sekarang hadir pula di BBM & CLUB
bagi yang ingin join ke dalam grup dapat menghubungi Theo Sumbara atau Daniel gatut S.
Thx..... Join 4Shared <br>Now!


 

UNDANGAN SASTRA JOGLO 8 "SHINIGAMI"















Join 4Shared <br>Now!


 

Pertunjukan musik etnik fusion TAJEN

Tajen adalah salah satu komposisi diantara komposisi lain yang akan ditampilkan. semua komposisi merupakan ramuan pola Jazz dan musik etnik Bali. Enak juga dipakai menari..
Para Pemain: Abiyoga-gitar, Dandi-violin, Lolink-drum,Mangde-ryhthem, Oplet-bass, Ceng wirawan & Jung Sanggaran-slonding, Do & Gungde- Kendang, Gung Anom-tingklik, Mari Nabeshima-piano & flute, Devi Eva & Eka- backing vocal.


Tanggal:
26 Juni 2010
Waktu:
19:00 - 19:30
Tempat:
Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Denpasar




Join 4Shared <br>Now!


 

Sesulut api membakar frustasi

 
 
Hanya asap-asap tembakau
siram dahaga pembuluh kerongkongan
dengan buai imajiner relaksasi
menginstal otak dengan anti frustasi

sehisap rokok dari pipa cerutu
saring langit-langit nikotin berjelaga
aplikasikan nafas menghembus bebas
hidup ringan tanpa pikul beban .

Api , kumau api .
Agar rokokku tetap menyulut
& hidupku lepas tanpa sanitasi

Join 4Shared 
Now!


 

jagat raya huru hara - Karya Puisi Inunesia

Untuk anggota coretan budaya
 
 
jagat raya huru hara

jagat raya huru hara
ketamakan mengubur nurani
hati manusia membeku
materi dari pikir hingga nadi

jagat raya huru hara
samudera dikuras
alam tak karuan rusak
memangil bencana datang kerumah

jagat raya huru hara
manusia memangsa anak dan kerabat
hewan hewan turun kekota
hutan tinggalah ranting ranting kering

jagat raya huru hara
rakyat kecil terombang ambing
dibawah kemudi kapten licik
berlayar menuju neraka

jagat raya huru hara
pemuka agama mengkhianat tuhan
para pedagang berbuat curang
manusia buas perutnya lapar

jagat raya huru hara
matahari tak berbaju sinarnya menebar penyakit
sungai lautan jadi bak sampah
musim berubah diluar duga

jagat raya huru hara
dunia menuju renta
sakit kronis diracun penghuninya
menunggu runtuh mega mega


inu
15 juni 2010

Join 4Shared 
Now!


 

EKSPRESI MAGAZINE PEDULI (Mengundang rekan-rekan penulis se-Indonesia)

Mengemban misi “pendidikan buat anak negeri”, majalah beroplag lokal untuk dibaca kalangan nasional: mengundang rekan-rekan pecinta sastra budaya untuk berpartisipasi dalam mengirimkan naskah-naskah anda berupa : Puisi, Cerpen, esai, catatan budaya, novelette, novel, ataupun artikel serba-serbi dunia pendidikan. Karya-karya yang anda kirim adalah wujud kepedulian pada kaum remaja Indonesia yang haus membaca;
Naskah dikirim ke:
Ekspresi Magazine: expresikansaja@yahoo.com
Made Sugianto : madesugianto@gmail.com
Gusti Putu Bawa Samar Gantang : samargantang@gmail.com
DG.Kumarsana : pade_dewo@yahoo.com
Alamat Redaksi : Jalan Raya Alas Kedaton, Br Lodalang No. 54 Kukuh Marga Tabanan Bali Indonesia. Telp (0361) 7849103. Sms: 081 338 722 483
Partisipasi anda adalah Guru teladan buat anak-anak didik kami; anak-anak kita SEMUA!!!
 
7TQ5GW3HXHM7