Home Puisi Cerpen Drama Artikel Info Catatan Kontak
Selamat Datang di Ruang Pajang Cipta Karya Sastra (Puisi, Cerpen, Drama, Artikel, dan Catatan Budaya). Bagi Teman-Teman yang ingin karyanya ditayangkan di sini silakan email ke md.sarjana@gmail.com; bagi yang ingin langsung posting di blog ini silakan kirim alamat email ke md.sarjana@gmail.com
Klub Bisnis Internet Berorientasi Action

Catatan Dgkumarsana Kum: DARI SUDUT PANDANG SEKOTONG


Sekotong,
nasib selalu ajaib, dari sudut bebukitan terhampar memandang sawah menguning
dataran berbelah berbatas air laut, menatap gili nanggu nan indah
pinggiran pantai menjorok pada hotel berpondasi air mengayun
ada komoditas lepas
bebukitan jadi kelu dirangsak
orang-orang bagaikan bah semut menggerayang memacu macul segempal harapan
sentir,tenda membentuk paguyuban baru
butiran emas berkilau di panas cuaca terik terpaku
saksi bisu
lalu lalang yang merapal doa
atau tidak sama sekali tanpa restu melipatkan nyawa dalam keberanian
Tuntas
ada yang mati.....ada yang mati..... stttt, diam!
ada yang lebih penting dari kematian disamping harta yang menunggu
kemiskinan ini terlalu menakutkan bagi generasi siswa gratis yang dibiayai pendidikan
atas nama anak murid tak mampu
penambang emas, menambang nyawa segenap yang dipertaruhkan
siapa yang mati hari ini? Warga kelahiran disinikah? Atau kaum pendatang tak jelas? Semayam dalam kubur batu nisan diselingi doa secukupnya
atau berkubang meregang di sembarang lubang tanpa dikenal sanak famili
itu tidak terlalu penting ibarat mengubur tekad menjamah masa depan yang menunggu
”bongkahan emas disini jauh lebih mewujudkan mimpi dalam altar megah” bisik penambang sembari menghitung-hitung dalam jejalan karung yang pasti.

Sekotong nan ajaib
bukit yang menjanjikan emas kemasyhuran
hingga jantung terbelah bau napas tanah yang tidak menampakkan uapnya
terkoyak habis membentuk lorong yang kian jauh pada kedalaman jantung bumi
menciptakan pernik-pernik baru tanah-tanah kehancuran

Sekotong nan ajaib
sim salabim bukit berharta
menyadap mimpi mimpi dalam khayal gurat gurat kepastian

KIRIMAN: Chandra Budi Prasetyo

Pneumonia dan Produk Perlebahan ( Bagian 1 )

Pneumonia kerap disepelekan, padahal di Indonesia, pneumonia merupakan penyebab kematikan nomor tiga setelah kardiovaskuler dan tuberkulosis. Bahkan, menurut data tahun 2008, pneumonia adalah penyebab kematian balita nomor satu, melebihi jumlah kematian yang disebabkan oleh malaria, campak, atau AIDS.

Pneumonia adalah radang pada jaringan paru-paru bernama pulmonary alveolus (alveoli). Alveoli bertugas menyerap oksigen, namun peradangan tersebut membuatnya berisi cairan. Itulah sebabnya mengapa pneumonia juga dikenal dengan nama paru-paru basah atau radang paru-paru.

Pneumonia sebenarnya tergolong penyakit umum, diduga menyerang 1 dari 100 orang setiap tahunnya. Tingkat keseriusan penyakit ini tergantung pada penyebab peradangannya, didukung dengan kondisi kesehatan orang yang bersangkutan. Penyakit kronis, konsumsi alkohol, dan usia lanjut dapat memperparah peradangan tersebut.

Dari mana datangnya peradangan itu? Ditengarai ada 50 penyebabnya, baik oleh infeksi - oleh bakteri, virus, jamur, atau parasit - maupun iritasi kimiawi atau fisik akibat penyakit lain atau terlalu banyak minum alkohol. Peradangan-peradangan tersebut berkisar dari yang ringan hingga yang dapat mengancam nyawa.

Secara umum, pneumonia dapat dikategorikan menjadi empat jenis.
• Pneumonia akibat lingkungan karena penyakit ini tersebar dalam satu komunitas yang luas. Jenis ini umumnya disebabkan oleh bakteri pneumococci, bakteri mycoplasma, atau virus influenza.
• Pneumonia rumah sakit yang, sesuai namanya, biasa diperoleh di rumah sakit. Jenis ini memiliki jumlah penyebab potensial yang jauh lebih banyak bila dibandingkan dengan pneumonia yang berkembang di tengah-tengah masyarakat.
• Pneumonia aspirasi yang diakibatkan oleh bakteri yang terhirup oleh paru-paru, biasanya bermula dari isi lambung masuk ke dalam paru-paru setelah seseorang muntah. Penyebab lainnya berhubungan dengan gangguan saat menelan makanan.
• Pneumonia karena organisme oportunitis yang umumnya menyerang seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Organisme oportunitis itu tidak akan merugikan mereka yang memiliki badan sehat, namun akan sangat berbahaya bagi penderita AIDS, anemia sickle cell, dan kondisi lain yang berhubungan dengan gangguan sistem imun tubuh. Mengonsumsi obat-obatan yang menekan sistem tubuh manusia, misalnya kortikosteroid atau kemoterapi, juga berkontribusi meningkatkan risiko infeksi oportunitis ini.

Awalnya pneumonia bisa saja muncul dalam bentuk flu, selesma, atau komplikasi flu. Kondisi tersebut kemudian diikuti dengan demam yang terkadang disertai batuk. Yang berpotensi menjadi pneumonia ditandai dengan batuk kering dan yang menghasilkan reak berwarna atau berdarah. Entah terkena pneumonia jenis manapun, seorang penderita awalnya akan menunjukkan gejala batuk, napas pendek-pendek, nyeri di dada (pleurisy), rasa dingin, dan demam.

mimpi bulan hitam

Bagus Black 24 Februari jam 23:40 Balas
Untuk anggota JAFUSY ( Jaringan Fundamentalist Sastra BOYOLALI )INDONESIA

dalam ruang mimpi hitam,
putih menciumi anak anaknyai,
seakan lupa akan luka,
desahpun menampar perih luka menganga,
berputih tulang tulang pecah ,
nafas satu pada retak jantung sang pecandu,
wahai ladang anggur yang lahir sebelum waktu,
helai tangan selalu pucat memuja ekstase,

pasrah menghantam pada dinding
yang meninggalkan muka dan jalan kosong,
begitu pekat mengingatkanku pada darah......ya darah
bergumpal awan hitam berderai tangis batu,
sedang sesiang itu berarak wajah pasi ,
bening yang semakin hilang buram.................

Berita Liputan 6 SCTV: Diprotes Cina, Radio Erabaru Masih Beroperasi

Kiriman pesan :Rachmat Pudiyanto 24 Februari jam 16:52
22/02/2010 20:53

Liputan6.com, Batam: Rencana Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Batam, Kepulauan Riau, untuk melarang kegiatan penyiaran radio Erabaru mulai Senin (22/2), belum bisa dilaksanakan. Sebab, belum ada keputusan akhir dari Mahkamah Agung (MA).

Suasana kantor radio Erabaru yang berlokasi di Jalan Borobudur D1, Palm Hill, Bukit Senyum, Batam, berjalan seperti biasa. Karyawan maupun reporter dan penyiar tetap melaksanakan pekerjaan rutinitas harian seakan tidak ada masalah.

Pengumuman penghentian operasional Erabaru ini berkaitan dengan program berita, di antaranya tentang berita pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di Cina. Misalnya, kasus pembunuhan dan pengambilan organ tubuh praktisi Falun Gong, kerusuhan Tibet, dan penganiayaan kaum muslim Uighur dan pelanggaran HAM lainnya.

Hal tersebut menyebabkan Kedutaan Besar Cina di Jakarta meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menutup siaran radio Erabaru karena dinilai menyiarkan propaganda politik yang mendiskreditkan pemerintah Negeri Tirai Bambu itu. Cina juga menuduh radio Erabaru dibiayai kelompok Falun Gong.

Balai Monitor Frekuensi Batam serta Departemen Komunikasi dan Informasi akhirnya memberi tiga kali surat peringatan pada 2008, yang intinya menyampaikan agar radio Erabaru menghentikan siaran pada Senin (22/2) ini.

Di tingkat pengadilan negeri, Erabaru dinyatakan kalah. Dengan dibantu Lembaga Bantuan Hukum Pers, Erabaru mengajukan kasasi ke MA namun hingga kini belum ada keputusan.

Saat ini sedikitnya sebelas orang terdiri dari wartawan dan bagian administrasi yang menggantungkan nasib di radio Erabaru. Mereka berharap agar radio 106,6 FM itu tetap mengudara seperti sedia kala.

Meski mendapat berbagai intervensi dari pemerintah Cina, namun sejak didirikan pada Maret 2005 lalu, radio Erabaru tetap eksis dan mendapat tempat di hati para pendengar, terutama di Kepulauan Riau.(TES/YUS)

Catatan Wayan Jengki Sunarta: (Puisi) Suatu Waktu Aku Tiba di Rotterdam

(Puisi) Suatu Waktu Aku Tiba di Rotterdam
Wayan Sunarta

Suatu Waktu Aku Tiba di Rotterdam

helena…helena…
suatu waktu aku ‘kan tiba di rotterdam
mengunjungimu dengan seluruh rindu
saat musim semi mekar demi janji

kita berperahu sejauh alur sungai
aku mendayung, terus mendayung
kau senyum menatap kawanan angsa
yang bercumbuan mesra
hingga lesung pipimu lembut merona
bikin aku gemas karena cinta

siapa yang bisa menduga
kau dan aku dipertemukan
sehelai kartu pos
bergambar bunga-bunga tulip merekah

sejenak kita abaikan waktu, sang guru
yang mengajari kita banyak rahasia itu

kita menyelinap ke gang-gang kota
mampir di kedai-kedai sederhana
minum anggur sambil saling membaca harapan
pada matamu yang bagai lautan tak terduga
pada mataku yang letih karena insomnia

bergandengan tangan kita susuri trotoar yang ramah
tawar menawar dengan pedagang-pedagang cindramata
kau tentu suka kalung manik-manik
yang dijulurkan si gadis gipsy itu

di lehermu yang jenjang
yang lekuk dan likunya tak jenuh kujelajahi
manik-manik itu berkilau
lebih sempurna dari cahya senja
lebih sumringah dari semerbak bunga
hingga urat biru di bening kulitmu
jadi makin bermakna

helena…helena…
suatu waktu aku ‘kan tiba di rotterdam
sekuntum bunga margot kusematkan
di rambutmu yang blonda
dan kita bercinta dalam telaga
bagai sepasang angsa kasmaran

2006
(termuat dalam buku kumpulan sajak "IMPIAN USAI")

nb
- kumuat di noteku untuk dian cunong yang sangat menyukai sajak ini...

angkuh bukan Pesan Baru


pada jauh wajah
apa bisamu
pasti bau
merebak raja sajak,
diantara sengit ......
kau pasti bunga diantara ilusi pasi

basi.....
kepala hanya lumbung berbisa
berserak kepingku patah,
bukan bukan karenamu,
jiwamu sebenar benarnya mati..................

Kiriman dari :JAFUSY ( Jaringan Fundamentalist Sastra BOYOLALI )INDONESIA


merak merak itu tak henti menawarkan muka,
bagiku hanya lalu lalang tak arah,
kepakkanya tak tawar cinta,
bukankah semua telanjang,
lantas apa yang merasukimu,
mungkin arwah bapakmu..................

Kiriman dari :JAFUSY ( Jaringan Fundamentalist Sastra BOYOLALI )INDONESIA

Serigala Sajak Sh Awi 18 Februari jam 3:24 Balas
ULAH CANDU SI JANDA
Untuk anggota JAFUSY ( Jaringan Fundamentalist Sastra BOYOLALI )INDONESIA

Melepas dingin dengan kopi hitam gula batu, Ganes dan Awi memilah kealpaan hari ini di warung sebelah UMBUL KENDAT ( tempat terapi batin lewat air pemandian ) . “ kenapa kau diam “ Tanya GAnes pada Awi. Awi meletakkan kembali cangkir kopi “ Aku tadi melukai ular, sewaktu mengusirnya dari pekaranganku “ . “ BODOH….! Perlakukan hewan dengan baik, anggap mereka guru alammu “ tegas GAnes. “ Ya aku tau, ketika ada yang tidak beres dengan alam hewanlah yang pertama kali merasakannya “ sahut Awi sambil mematik korek. Menyembul kepulan putih asap rokok dari mulut Ganes “ alam jika tidak beres hewanlah yang gelisah dan pasti menunjukkan perilaku aneh, ya jadi harus dijaga “ . “ hmm….kita jaga mereka, mereka jadi alarm bahaya yang hidup “. Dengan gemetar bapak tua dating dari UMBUL KENDAT lalu duduk “ Bu, the hangat satu sama nasi goring “.

Pembicaraan Ganes dan Awi mengundang jiwa penasaras bapak tua. “ Dik, boleh gabung “ pinta Bapak tua . “ silahkan “ serentak Ganes dan Awi menjawabnya. “ dik tiada cela dari perbincangan kalian, kalian mengutamakan keseimbangan alam dan manusia” kata bapak tua. Dua pemuda itu mengangguk sembari menikmati rokok dan tahu goreng. “ ini pak tehnya , mereka berdua itu suka yang alami pak, tapi tetap tidak melangggar kaidah agama,kayaknya …? “ sela pemilik warung. Menerima dan meletakkkan the hangatnya bapak tua berkata “ Bu, nasi gorengnya gak jadi, lagi asik nih sama mereka “. “ gini dik, aku mau curhat sama kalian , di daerah saya tidak ada yang berani menasehati saya, jadi saya minta pendapat kalian, maklum saya termasuk orang terkaya di daerah saya “ seloroh bapak tua. Serentak dua pemuda itu memandang bapak tua dengan pandangan sinis. Ganes membisiki Awi sesuatu “ dari sabang sampai merauke “. Mengangguk tanda mengerti arti bisikan itu ( semua orang berbeda-beda sifatnya ).” Teruskan pak “ pinta Awi . “ masyarakat sekitar saya bulan-bulan ini memandang sinis pada saya, seperti pandangan kalian saat ini “. “ maaf pak, kami menangkap gelagat sombong pada bapak “ tangkis Ganes . “ oooo…yang tadi ,maaf keterusan” sangggah bapak tua. “ betul..betul ..BETUL…sedikit tidak enak disantap “ sahut Awi. Tanpa komando kedua pemuda tertawa lalu diikuti bapak itu.

Menghentikan tawa bapak tua kembali bicara “ sekarang serius, biarkan aku selesai bicara, nanti kalian tanggapi, beberapa bulan ini pandanga masyarakat terhadap saya berubah jadi tidak mengenakkan, bahkan ada yang buang muka, kalo ada yang tersenyum pun terlihat terpaksa. Aku berpikir ini karma menikahi Anggi janda miskin tapi cantik masih bahemol lagi.padahal sebelum itu semua baik-baik saja.toh, perilakuku sebelum dan sesudah menikahi Anggi sama saja.baik tidak ada cela, rajin pengajian, sering membantu kesusahan. Bagaimana ini? Menurut agama tidah salah dan sesuai aturan. Tapi tetap aku dikucilkan masyarakat. Nah bagaimana pendapat kalian “ bapak tua berhenti bicara. Mereka bertiga hening sejenak memikirkan masalah itu. Mereka terlarut hingga sebatang rokok sudah habis terhisab.

Ganes mengambil sebatang rokok dan memberikan bungkusnya pada Awi “ rokok “. Dengan sigap Awi mengggapai rokok itu “ oke “ . berapa janda yang ada dilingkungan bapak “ Tanya Ganes. “ banyak dik “ jawab bapak tua singkat. “ ketemu alas an masyarakat memandang sinis bapak, anda pemilih, banyak janda nikahnya sama yang cantik,ya….manusiawi sih..! tapi masyarakat gimana lagi, pandai mencari kekurangan yang lain “sumpul Ganes. “ jadi mereka kecewa “ usut bapak. “ ya ..jelas…nikah pilih-pilih…..nafsu manusiawinya banyak nih pak “ canda Awi. Habiskan sisa the dan tercengir sedikit “ Bu, the nya tambah, sama miliknya adik berdua ini” . “ ya pak “ jawab ibu pemilik warung sambil mengambil gelas the dan dua cangkir kopi kosong. “ silahkan mas makan yang kalian suka nanti saya yang bayar. Kata-kata kalian nylengit tapi intinya aku ngerti…bagus” kata bapak tua.

Masing-masing sudah habis rokok sebatangminuman baru dating. “ habiskan gorengannya,jam segini jarang ada yang dating…nanti saya diskon “ sela pemilik warung, keluarkan jrus pamungkas penjualan. “ siap Bu, sudah gratis dikasih diskon lagi…” sambar Awi. Seisi warung terbahak-bahak seperti empat sekawan lagi manggung lawak. Sembari mendinginkan minuman bapak itu tandaskan pertanyaan “ lalu aku harus berbuat apa ? “ . terburu membungkam mulut Ganes Awi menjawab dengan dengan wajah setengah tersedakdan mengacungkan tangan kirinya “ biar aku kasih solusinya “. Awi melepas tangan dari mulut Ganes dan Ganes menyahut “ solusimu pasti gila…edan…tapi patut dicoba…cepat katakan “ . AL...HAMDULLILLLAH, gini pak teruskan poligami bapak, tapi beri unang bulanan 2 janda di sekitar bapak....yang bener-bener membutuhkan lho...! " . " unsur darimana itu ? , surah apa?, ayat berapa? " tanya bapak. " inih...!....kalo bapak tanya itu saya tak bisa...lha bapak lebih ahli daripada saya, 2 janda tadi yang diberi uang bulanan untuk menepis anggapan miring masyarakat sekitar bapak, gak perlu melibatkan Al QUR'AN untuk memecahkan masalah ini....bagi saya QUR'AN terlalu suci untuk masalah semudah ini " jawab Awi. Ganes mengusap rambut dari depan kebelakang " bener-bener jurus edan...ki gendeng sableng sulama, tapi patut dicoba" hentikan gerakan tangan dengan memangku dagu sambil keheranan. " ya pak, kodok saja kami jadikan ilmu gendeng...dia terus berdoa...waktu doanya terkabul yaitu hujan turun dia terus berdoa ...tambah keras lagi....KUNG KAONG...KUNG KAONG.....KAN BERARTI DOA ITU TAK KENAL BERHENTI MESKI LAMPU MERAH " kata Awi. jam 2 malam tawa terlepas lagi.sambil tertawa bapak tua menjawab " Ya..hahaha...aku dengar tadi....ya sudah aku coba DUUU...A JANDAMU....DULU. mendengar jawaban tadi dua pemuda dan ibu pemulik warung terpingkal-pingkal. dengan mengagetkan pemilik warung berlari sambil berkata " kebelet pipis mas ". bersamaan gelak tawa terdengar suara keras " TREEERT...TE..TE...DUT....DHUOT " TAWA KETIGA PENGUNJUNG WARUNG MENGGILA " AWI berseloroh " TAWANYA JANGAN ATAS BAWAH BU " serentak gelak tawa diwarung semakin menjadi-jadi.pukul 2.30 akhirnya mereka menyudahi pertemuan itu dan berencana melanjutkan perbincangan minggu depan.

seminggu sekali ketiga lelaki itu berkumpul di warung dekat UMBUL KENDAT setelah terapi batin. sudah enam bulan tak terasa persahabatan mereka semakin erat. pada pertemuan minggu ketiga bulan keenam dijadikan bapak tua sebagai evaluasi dari saran Awi terdahulu. bapak tua merangkul sambil memiting Awi " wi...1 saranmu membikin aku miskin, makin hari ekonomi keluargaku makin turun " Awi melepaskan rangkulan bapak tua dan berkata " kenapa pak, cerita yang gamblang nuh..." . " ada apa ? " Ganes ikut nimbrung. " uang bulanan untuk dua janda ....saran Awi dulu, senang sih masyarakat sudah kembali suka sama saya hanya dalam waktu enam bulan...sudah seperti mauku....TAPI..!ekonimi keluargaku tambah memprihatinkan, gimana nih? " Awi langsung menjawab pertanyaannya " kan keinginan bapak terkabul, sikap masyarakat sudah baik sama bapak...aku kan pandai pak ". " IYA, tapi hartaku habis gelap terbitlah miskin " gerutu bapak tua. " gini pak, aselinya....uang bulanan untuk dua janda itu sifatnya amal..tapi hati bapak tidak ikhlas..bapak harapkan WAH dari masyarakat.ya itulah yang bapak dapat. PA..DA..HAL.. rejeki itu datang dan pergi adanya du tangan TUHAN. rejeki datang dari ridho NYA. nah, ridho itu datang karena beramal dengan ikhlas tanpa harapan satu apa kecuali ridho TUHAN... sekarang pikir dengan saran saya dan yang bapak alami selama enam bulan ini ...!" jelas Awi. " baru kali ini Awi waras.." cengir si Ganes. mikirnya rehat dulu, mau minum apa " tanya ibu pemilik warung. " masih setia sama yang dulu-dulu bu " jawab Awi. Ibu pemilik warung bergegas membuatkan setu teh hangat dan dua cangkir kopi gula batu. bapak tua yang masih memikirkan pertanyaan Awi tak hiraukan Awi dan Ganes yang asik bercanda sambil makan tahu, tempe dan bakwan goreng. selang 10 menit bapak tua menggebrak meja warung " KETIWASAN, aku sia-siakan amalku..Wi kamu gembel ..tidak katakan sebenarnya tujuan dari saranmu, kalo saja dikatakan dari dulu.. pasti aku dapat ridho TUHAn dan rejekiku menumpuk banyak...dan masyarakat pasti baik sendiri sama aku atas kuasa TUHAN... wedus kau wi ". dengan wajah serius Ganes menyahut " itu cara kami pak, kami tidak pernah belajar dari buku tapi belajar dari pengalaman " . " jika tidak pernah melakukan kesalahan tidak mungkin bisa mengetahui dan memperbaiki suatu kesalahan " tambah Awi. " ya...ya..benar kalian memang setan yang baik " kata bapak tua.

perbuncangan mereka larutkan tiga jam di warung. waktu sudah menunjukkan pukul 1.30. bapak tua membeberkan satu rahasia lagi " kalian sudah tau anakku berumur empat bulan, dia beruntung sekali dapat ASI dari empat ibu, dua istriku dan dua janda ". Awi terkaget-kaget dan bicara " itu positifnya pak...tapi hati-hati anak bapak kelak punya beban yang terlalu berat..harus berbakti pada empat ibu..burat sekali ntuh , serahkan pada satu ibu saja, yang ASInya paling besar dan bermutu " . " benar pak, ringankan beban anakmu kelak " dukung Ganes. " wah ini ilmu baru...tapi tidak aku telan langsung..biar aku pikir dulu daripada kebablasan seperti saran Awi dulu, ya sudah sudah jam 1 lebih nih anakku butuh belaian bapak " sela bapak tua. " WIH...." serentak dua pemuda itu menggoda. " bapak mami nih " canda awi. " kalian nih...bu berapa semuanya ?" bapak tua memotong canda mereka. " kopi dua Rp 3000, teh satu Rp 1000, gorengan 10 habis Rp 5000, jadinya.....?!?" ibu pemilik warung berpikir. " SETUJUH RIBU " sahut awi. ibu pemilik warung menjawab " waduh rugi aku dik ". " ya dah gak pa pa, sama pelanggan rada seperti kalian saya IKHLAS............." tawa terlepas mengakhiri perjamuan ilmu amal akibat ulah candu milik si janda

Pesan dari JAFUSY

Raden Wahyu Samudra 23 Februari jam 3:04 Balas
Untuk anggota JAFUSY ( Jaringan Fundamentalist Sastra BOYOLALI )INDONESIA

Dik,
kurasa kesabaran mas t'lah habis
lima tahun menanti
tapi restu kedua orang tuamu tak jua kunjung lahir

mas tunggu di stasiun purwosari pukul 4 sore
mari pergi ketanah rantau
menyemai ikatan benih cinta kita berdua
susah senang kan kita hadapi bersama

atau,
kau memilih tinggal
terima pinangan lelaki lain
& pasrah di pasung rantai perjodohan

DOSA RUMIT YANG ASIK Pesan Baru

Serigala Sajak Sh Awi 22 Februari jam 22:26 Balas
" DOSA RUMIT YANG ASIK "

mengetuk jendela dada
berlarian pendar seolah percik menabuhan Gigil hati
makin merangkak ke payudara
Aku tak bergeming - tak beranjak
Seperti kasmaran

gigil ini tetap ada pada jendela dada
Tentu aku berpikir tak akan pergi
memaksa jendela dada pindah dan jatuh di dua telaga bibir

Sesak sesal bertabuh sesat
Mengingatnya saja mengais luir
menusuk diri dengan padu padan rasa
Ya, aku pergi....
tapi dimana kiranya Sesungguhnya mulai datang
tak jua sanggup jinakkan mata dengan hujan

Wajarlah
Jika tak bisa kupikirkan secara logis
Pula ketika berbicara soal cinta
Bagiku cinta adalah bebat
dengan mudah jatuh tersungkur terseret
logikanya ke lembah gelap tapi remang senang
tak berTUHAN itu

di lembah itu
tangisan hati tak berarti
Dengan ringan lalang lalu

Untuk anggota JAFUSY ( Jaringan Fundamentalist Sastra BOYOLALI )INDONESIA

True Love
Raden Wahyu Samudra 19 Februari jam 1:56
Untuk anggota JAFUSY ( Jaringan Fundamentalist Sastra BOYOLALI )INDONESIA
NIMAS,

relakah dirimu kuduakan
kumadu cintamu dengan cinta yang lain
membagi kasih ditalam kekasih lain

NIMAS,
maafkan diriku yang t'lah lancang
berani meniup guratan api dirahim kepulan asap
ku tak bermaksud melukaimu

KANGMAS,
bercandamu tidak lucu
sadarkah dirimu atas ucapan-ucapanmu
apa salahku padamu,hingga tega khianati kesucian cintaku

KANGMAS,
kutemukan kejanggalan tak wajar pada dirimu
tabiat tuturmu mengandung siluet hakiki
lantas mengapa terucap sebait kata maaf

NIMAS,KEKASIHKU.
sejatinya cintaku padamu hanyalah cinta kualitas nomer dua
tapi ketahuilah kekasih,
ketulusan cintaku padamu bermuara atas cintaku pada kekasih yang lain
adalah,kekekalan cinta kepada-NYA

NIMAS,KEKASIHKU.
disetangkai edelweis putih
& pada cerita tentang keabadiannya
tersirat selingkar makna
bahwa dengan cinta seperti inilah,
neraka sekalipun akan mengharamkan jasad kita berada didalamnya

KANGMAS,KEKASIHKU.
begitu mulianya hatimu
menyulam ikatan cintaku dengan cintamu
sungguh akupun rela dimadu dengan kearifan bahasa jiwamu

KANGMAS,KEKASIHKU.
diselengkung bias pelangi
& pada cerita tentang keindahannya
tersurat segaris arti
bahwa dengan cinta seperti inilah
sukma kita akan bersemayam ditaman surga bersama keindahan-keindahan mengalir didalamnya

note:
cinta itu tak berwujud,melainkan aliran rasa

Kiriman dari JAFUSY ( Jaringan Fundamentalist Sastra BOYOLALI )INDONESIA

Raden Wahyu Samudra 19 Februari jam 2:01

kongkalikong jenis apakah ini
hanya pencarian tikus berdasi
sekedar ajang unjuk koneksi dilingkup relasi
tapi mengapa,menimbullkan goncangan ditiap instansi

30juta 1orang sehari
gaji pansus hak angket bank century
untuk introgasi tak pasti
demi pemburuan fakta sarat ilusi

ada apa dengan century ?
istimewakah

atau cuma sebagai alat pengalih permasalahan
filter peredam kekacauan
tentang,
kesenjangan
kemiskinan
pengangguran
pendidikan
dan kesejahteraan

ada apa dengan century ?
berhargakah

hingga semua seolah lupa
tentang,
lepasnya timor leste disabotase australia
hilangnya sipadan ligitan dicomot malaysia
PT. freeport dieksploitasi amerika

sebandingkah ?
kurasa tidak.

note:
*dengan lepasnya pulau sipadan & ligitan, luas wilayah perairan kita otomatis berkurang
*timor leste adalah ladang uranium terbesar di dunia, uranium merupakan bahan dasar pembuatan alat peledak
*PT. freeport adalah tambang gunung emas,bukan tambang tembaga.

Kiriman Pesan : JAFUSY ( Jaringan Fundamentalist Sastra BOYOLALI )INDONESIA JAFUSY ( Jaringan Fundamentalist Sastra BOYOLALI )INDONESIA

Jeritan Kaum Waria
malam adalah sekais rejeki
gelanggang dunia nyata bagi manusia tak diakui
melambai dipojok lampu merah
berkubang dalam remang-remang mempromosikan diri

AYAH,
mampukah aku menjadi sepertimu ?
lakon kehidupan tanpa pamrih
bekerja tak lelah,mendidik tak usai
perwujudan sesosok pengayom sejati di hadapan anak-anakmu
sedang diriku apa ya ayah ?
aku cuma sekedar pria setengah wanita.

IBU,
dulu aku adalah janin dikandungmu
bayi suci kidung pengharapanmu
maafkan aku ya ibu, yang t'lah lancang menodai kemuliaan peranmu
kini jiwa perempuanku,
merambah berkuasa atas jasad kelelakianku

TUHAN,
inikah ketentuan-MU
tanda-tanda akir jaman dari-MU
dengan lahirnya manusia sepertiku
maklhluk miskin moral,hanya berbekal ilmu oral
jauh dari hingar bingar kaidah agama
tak beretika juga tak berharga

binasakan aku ya tuhan,
jika hidupku adalah sejulur tangan kemaksiatan

namun,pabila asa masih sempat mengetuk pintu taubat-MU
adakah,segelintir pengampunan dari-MU.
mandikan jasad & ruhku ditelaga kautsar-MU


note:
aku pun ikut menangis kawan...
jangan berkecil hati,kau juga manusia layaknya kami..
segeralah kembali kejalan ilahhi,
semoga masih ada pengampunan bagimu..

DENTANG JABAL RAHMAH

Catatan Dian Cunong Prameswari: DENTANG JABAL RAHMAH

adala mata air membangun jalan
dari rusuk-rusuk pohon terlarang

pada teduh mata kita bangun rumah panjang
rumah bagi mata air yang deras
dari tubuh yang saling membagi wangi
tak sekedar di ranjang dari cawan tempat mereguk kenikmatan

ada mulut ini saling menutup
bagi dahun yang paling pahit
yang sempat bergayut sakit
luruh mendesah menimbang suatu pernyataan
dari peraduan yang telah disucikan

pada pencarian hikmah waktu
kita temukan bening bingkai kemesraan
mata air mengaliri darah
tempat jisim raga bergairah

pada kalimat-kalimat kasih kita rampungkan
tafakur membelah bulan bintang
tembang suargan mengantar mata matang
membawa gelombang kehangatan bagi senyuman

Bara,04 februari 2010....for my love

Pesan dari: coretan budaya

kaos pemilu
Untuk anggota coretan budaya
Sanggar Kere
Karya: Inu

kaos pemilu
aku kenakan di apel malam minggu
aku semprot wangi
dengan "axe"
biar wanita berebut mau mendekat

kaos pemilu
sudah tampan aku dicermin
siap melaju dengan motor kreditku
"yamaha jupiter"
yang lain jauh ketinggalan


kaos pemilu
demi gensi aku lupa melapisi dengan jaket
tipis
angin menusuk hingga iga
percaya diri dapat menahan kedinginan ku


kaos pemilu
sudah sampai ku gerbang pintu
kurogoh saku
dengan "esia" kuhubungi idaman hati
pake esia aku pasti untung

kaos pemilu
pujaan hati membukakan pintu
lalu bersamaan aku menuju ruang tamu
sebentar pergi lalu ia kembali bawakan aku kopi

kaos pemilu
sang ayah menghampiri
aku berdiri percaya diri
segera ku siap berjabat tangan juga hati

kaos pemilu
percaya diriku seketika runtuh
aku dicaci tak karuan
"ini partai yang meninggalkan saya setelah menang,jangan lagi kau berhubungan dengan pria tolol ini,paham
paham kau sri"
jerit calon mertua terhadap ku

kaos pemilu
duka ku tak di hari sabtu



inu.
joglo
24.01.2010

Kiriman Pesan dari: JAFUSY ( Jaringan Fundamentalist Sastra BOYOLALI )INDONESIA

tak tersampaikan
Untuk anggota JAFUSY ( Jaringan Fundamentalist Sastra BOYOLALI )INDONESIA
Karya: Aikawa Iethuw ChaYow

keseluruhan tugasnya belum terkelarkan
penantian masih terjaga di hatinya
tak siap ia mengungkap gundahnya

ingin ia selesaikan,
tapi diurungkan niat itu
gejolak dalam relung, semakin menyesakkan dadanya
tak bisa mengelak lagi

dengan kegelisahan akan cintanya
ditemuinya sang pujangga
tak berapa lama, mereka akan bertemu
namun 'sesuatu' mengejarnya
'sesuatu' yang tak pernah bisa ditolak semua makhluk sempurna
'sesuatu' yang membuat ia kembali ke asalnya
..dan rasa itu tak tersampaikan.

cErPeN : RUMAH

Catatan Dgkumarsana Kum: cErPeN : RUMAH

Istriku minta rumah kecil. Aku terhenyak mendengar permintaannya. Kuhempaskan koran pagi di atas meja dan memandang leka-lekat wajahnya. Kupandang lebih teliti. Segala yang ada pada rona wajahnya adalah kejujuran dan kepolosan seorang wanita, tetap masih menjadi bagian dari milikku, tidak ada yang kurang. Dan memang tidak perlu dikurangi. Tidak ada yang hilang, bahkan kian menjadi lekat untuk sebuah keyakinan tentang milik yang tidak dapat dipertentangkan untuk menjadi pengakuan orang lain, maksudnya orang lain tidak boleh mengakui istriku atau merasa ingin memiliki, apalagi sama-sama mau merebut untuk memiliki. Karena akulah pemenang itu. Itu sudah menjadi milikku yang sah. Sahnya begini, inilah istriku satu-satunya yang dulu secara rela dan jujur menyatakan kompensasi asmara tanpa ada unsur paksaan. Rela karena tidak ada kesan penolakan dari mertuaku sebelumnya. Jujur karena aku mencintainya secara bulat dan utuh. Artinya, istriku yang satu-satunya ini telah sehati dengan ku. Satu-satunya yang kumiliki, karena aku tidak mempunyai istri yang lain lagi. Itu artinya juga mertuaku cukup satu saja. Cukup sekali mempunyai mertua. Tidak boleh lebih dari satu.
Dan sekarang istriku minta rumah kecil, Lha? Sekecil apa? Apa seukuran rumah burung dara? Terus untuk apa? Untuk siapa rumah itu? Ya tentu saja untuk merumahkan jasmani dari panas dan hujan. Dari kedinginan malam, untuk memudahkan mengantarkan sebuah mimpi di tempat tidur. Wow betapa menyenangkan sebuah rumah kecil memberi mimpi-mimpi panjang tentang kenikmatan hidup. Aku setuju karena Aku manusia biasa seperti istriku juga, yang butuh mimpi-mimpi. Tapi manusia punya keterbatasan, itulah aku sebagai keterbatasan seorang pegawai kecil dengan golongan rendah yang berpenghasilan pas-pasan, cukup buat makan setengah bulan yang sisanyanya habis dengan nota-nota bon warung. Betapa menyedihkan. Bahkan nanti kalau seandainya keinginan itu terwujud, sebuah rumah kecil, akan harus melengkapi dengan segala perabotan rumah tangga yang cukup banyak. Harus membeli meja dan kursi kalau ada teman-teman, tetangga, kerabat saudara, sanak famili yang datang bersilaturahmi ke rumah. Harus membeli cangkir kecil dan piring kecil untuk menghidangkan minuman dan sekadar makanan ringan. Kalau seandainya ada keluarga jauh yang datang berkunjung pastilah harus mempersiapkan kamar tidur yang bagus dan ukuran layak buat menginap. Bagiamanpun juga mereka harus bermalam di rumahku yang kecil. Dan aku harus melengkapi dengan kamar mandi yang sangat bagus agar tidak memalukan. Karena ukuran rumah yang sehat dan bersih harus ada kamar mandi yang terawat dengan jamban yang bersih. Dan tentunya kami harus membayar seorang pembantu untuk membersihkan semua itu. Itu perlu biaya. Ah, tiba-tiba aku jadi tidak bergairah sama sekali.
“Hanya sebuah rumah kecil saja, cukup untuk kita berdua dan anak-anak kita nantinya,” istriku kembali menegaskan. Aku pura-pura menoleh ke arah lain membuang pandangan ke arah sudut kamar kost yang sempit. Hampir sudah 5 tahun terlewati waktu-waktu dengan kejenuhan di kamar sempit ini. Telingaku tajam menuntut pendengaran selanjutnya. Selanjutnya apa yang akan dikatakan? Pikiranku terlampau jauh mencerna sebelum rencana terucap jadi sebuah kalimat yang panjang. Kalimat yang memberi obsesi menarik akan sebuah keinginan yang belum pasti bisa terlaksana semudah itu. Pendeknya aku tidak punya uang untuk hal-hal lain selain pemenuhan kebutuhan perut. Bukan berpikiran sederhana, tapi kenyataannya memang demikian. Segala sesuatu tidak bisa untuk dipaksakan. Tentunya sesuatu yang dipaksakan akan berakibat buruk. Akhirnya memang ceritanya semakin panjang dan sangat banyak yang harus didengarkan, dipikirkan dan di khayalkan dengan berandai-andai. Seandainya....... dan banyak hal akhirnya disinggung, tetangga kost di sebelah-lah, saudara-sudaranya-lah, entah suami kakaknya, suami temannya sesama arisan di kampung dan pada akhirnya memang banyak yang tak luput dari pembicaraan.. Semuanya kena senggol. Sengol kanan, senggol kiri Dan terjadilah senggol menyenggol cerita selain rumah. Menyenggol perbandingan yang ternyata sesuatu yang kelihatan di luar dari diri kita jauh lebih baik dan sempurna dibandingkan diri kita. Akhirnya aku merasa penuh dengan kekurangan. Dan itu harus dicarikan solusi. Dicarikan pemecahan. Bagaimana harus mewujudkan keinginan itu, tanpa harus melakukan sesuatu yang terpaksa atau terpaksa sekali memang harus diwujudkan. Entah dalam bentuk bagaimana, dengan cara apa. Aku dipaksa untuk benar-benar bersolusi, bagaimana sesungguhnya bersolusi yang benar tanpa mendatangkan suatu resiko. Kupikir aku harus banyak-banyak membaca buku untuk menemukan pemecahannya. Kupikir aku harus banyak-banyak bertanya pada teman untuk memuaskan solusiku tentang rumah.
Aku manggut-manggut, entah mengerti atau tidak. Aku tetap manggut manggut. Sebuah pekerjaan terpaksa yang harus diawali dalam hidup. Mampukah aku? Kembali aku memandang mimik rona wajahnya yang kalem.. Perkataannya memang jujur, sejujur tatapan matanya. Aku ingin jujur kalau kukatakan uang itu, uang untuk sebuah rumah memang sulit terjangkau sebagaimana kejujurannya yang aku inginkan untuk mengetahui kekurangan-kekurangan dari segi ekonomi rumah tangga sebagai tolok ukur utama lewat pengertiannya. Mudah-mudahan istriku mau mengerti dan menyadari keadaan. Lalu aku katakan ini. Juga dengan jujur. Kejujuran yang tidak dibuat-buat, memang demikian adanya dan apa adanya.
”Hanya sebuah rumah kecil? O, gampang sekali, Aku menjawab datar. ”Sebagaimana pula tentang pengertian itu, sebagimana yang kau tahu juga khan?” lebih pelan aku dalam menjawab. Khawatir dia menjadi tersinggung.
Istriku cemberut. Wajahnya berlipat. Keningnya berlipat. Bibirnya dilipat bahkan kalau bisa barangkali mungkin seluruh badannya dia lipat. Barangkali sementara saja. Entah.
Malam kian larut. Binatang-binatang malam mulai ribut bersuara, seakan meributkan sesuatu yang tak berarti. Aku beranjak menuju balai-balai sudut kamar kost yang pengap dengan langit-langit kamar penuh dihuni sarang laba-laba. Mudah-mudahan kepalaku tidak botak memikirkan ini.
Keesokan harinya, kalau aku di kantor, pikiran serasa sibuk dengan persoalan-persoalan tentang rumah. Setiap aku pulang dari kantor, istriku selalu menyambut dengan wajah dingin tanpa ekspresi.Aku tahu dia ingin rumah kecil. Kembali aku meyakinkan pelan-pelan dengan penuh pengertian. Sebab aku suaminya. Suami yang baik adalah sosok yang mampu membimbing dan memberi pengertian yang dalam tentang sesuatu hal. Sesuatu yang perlu dirumuskan bersama untuk mendapat kesepakatan dalam pengertian itu adalah pijakan kebijaksanaan untuk diri sendiri tanpa menyusahkan orang lain, pengertian kebijakan akan hubungan suami-istri yang saling mendambakan kenyaman hidup dalam menghadapi kekurangan-kekurangan. Sebagaimana kenyataan dalam hidup, seperti pertama mengarungi bahtera rumah tangga, seperti awal mula pertama kali aku meminang dia sekaligus memberikan sebuah cerita menarik akan kenyataan hidupku yang sebenarnya nanti bahwa aku dilahirkan sebagai orang miskin dengan hanya berbekal keberanian yang tulus dan sebuah keterus-terangan yang bersifat tolol untuk mempersunting jadi istri, walau tidak terlalu penting seperti kata mertuaku waktu itu.
Seperti itu pula aku gambarkan keadaan yang sesungguhnya, ya seperti sekarang inilah. Mulanya ia cemberut, sekarang ada perubahan sedikit dan ada gejala-gejala diam untuk bersiap-siap berkomentar. Aku tahu sifat istriku. Bicaranya pasti banyak lagi, bahkan akan banyak yang tersentuh dalam ucapannya. Tak satupun akan ada terlewatkan selama bibirnya bisa bersuara. Aku siap-siap menemani dia begadang karena pasti berjam-jam bahkan berhari-hari dia sanggup bicara. Kupikir dulu istriku keturunan seorang dalang, seseorang yang mampu bercerita panjang tanpa henti dan tidak ada batasnya. Ceritanya tidak terbatas. Akupun tidak mau membatasi kata-katanya.
”Apalah artinya sebuah kebahagiaan dengan cita-cita membangun rumah kecil yang pada hakekatnya nanti akan melemparkan pada pemikiran-pemikiran rumit dan sangat begitu memusingkan kepala, suamiku,” jawabnya sambil tertawa cerah ceria.. Entah kebijakan darimana muncul. Entah dimana pemikiran itu muncul dengan kata-kata yang keluar sangat memukau pikiranku. Hari ini istriku bijaksana. Matanya teduh dengan kejujuran apa adanya sebagaimana juga dengan ucapannya yang terlontar.
”Ini keluar dari suara hati yang sesungguhnya, suamiku. Dari dasar hati yang paling dalam.” Dia melanjutkan kata-katanya seperti menangkap keragu-raguan yang terpancar dari mataku. Seperti dia mengetahui arti kesangsianku.
Suatu pagi yang cerah. Tidak ada hujan. Langit bersih dengan awan yang melaju pelan ke arah barat daya. Angin bertiup lembut. Tiba-tiba seorang teman kantor mendekat menyodorkan koran terbitan pagi.
“Nih baca.” Katanya.
“Apanya mesti dibaca? “ Kulihat temanku itu seperti berwajah iseng. Aku tak peduli, apa harus dibaca, berita biasa-biasa seperti sebelumnya. Tidak ada yang menarik. Berita seorang bupati yang tengah dicomot jabatannya oleh KPK penemuan hasil korupsinya ratusan juta. Ah itu sudah biasa. Pejabat kalau tidak memanfaatkan peluang saat memegang posisi penting akan sangat menjadi bodoh oleh keadaan. Setiap pejabat, atau beberapa pejabat tertentu terlebih lagi memliki istri sampingan mesti memerlukan dana tambahan untuk membiayai semua bonus kenikmatan itu. Kapan lagi kalau ndak saat ini memegang posisi penting. Begitu barangkali. Tapi memang harus begitu. Kupikir kalau tidak memanfaatkan setiap peluang dia akan menjadi seorang pejabat yang kikuk bergaul di masyarakat setelah lepas dari jabatan itu. Kalau sampai demikian ingin rasanya aku meminjamkan buku tentang aji mumpung bagaimana cara menggelapkan dana tanpa harus ketahuan. Sangat bodoh kalau sampai sekolah tinggi-tinggi pada akhirnya harus jadi topik berita koran sebagai pejabat korup yang ketahuan. Itu ilmunya belum lihai.Dukunnya yang gagu, barangkali.
”Hei, sudah dibaca?” aku dikagetkan dengan suara temanku.
”Apanya?”
”Koran itu. Beritanya itu lho. Kok malah ngelamun?”
Aku perhatikan salah satu halaman yang ditunjukkan temanku itu. Kulihat ada namaku terpampang disana. Aku baca sub judul berita itu. Ya, itu namaku..Ada Foto Rumah dan namaku tertulis disana sebagai pemenang. Berikutnya ada foto mobil dan sepeda motor dan beberapa nama-nama lain yang tidak aku kenal. Aku tidak percaya. Kubaca sekali lagi. Itu Namaku. Aku memenangkan sebuah rumah mewah. Kubaca lagi’ Kubaca lagi. Kupandang temanku yang sedari tadi tanpa kusadari menatap keherananku dengan perasaan penuh tidak percaya.. Aku harus segera memberi tahu istriku. Aku harus memberikan Koran ini dan akan kubayangkan wajah istriku yang tidak percaya. Aku pasti akan melihat istriku berteriak kegirangan. Aku pasti juga akan berdoa semoga istriku tidak menjadi pingsan dalam kegembiraannya. Ya, aku tahu istriku. Aku tahu dia akan histeris. Dia akan lari ke tetangga-tetangga kost, dia akan berlari keliling halaman kost sambil menunjukkan Koran itu. Koran yang berisi foto rumah dan namaku yang terpampang besar-besar disana sebagai orang yang memenangkan hadiah. Pasti istriku akan memelukku erat-erat dengan penuh kebahagiaan. Pasti dia akan menghadiahkan sebuah ciuman yang sangat mesra. Sebuah ciuman dahsyat yang mungkin tidak pernah aku nikmati selama ini. Sebuah ciuman kebahagiaan pertama sebagai pelampiasan rasa oleh keberuntungan yang tiba-tiba dan diluar dugaan. Dan aku pasti akan gembira mendapatkan hadiah ciuman itu. Ya, aku lari pulang. Aku harus segera sampai di rumah. Sepanjang jalan aku teriak histeris sambil menyanyikan sembarang lagu yang aku hapal. Orang-orang di sepanjang jalan kulihat pada melongo penuh pandangan heran. Penuh tanda tanya. Aku tidak peduli. Aku teriak-teriak. Teriak terus sekeras-kerasnya.
Hei...hei....Sebuah tangan mencuwil bahuku. Aku kibaskan berulang-ulang. Tubuhku terguncang. Aku berusaha menghindar tangan itu. Semakin keras aku rasakan goncangan itu. Aku kaget. Tiba-tiba aku sadar oleh suara tawa yang panjang. Aku buka mata pelan-pelan. Sangat pelan.
”Kamu mimpi apa?”
Kulihat sepasang mata dengan kernyit mengecil oleh tawa panjang tengah menatapku sambil memeluk bahuku .Mata milik ibuku. Aku turun dari tempat tidur sambil mengusap-usap mata menuju kamar mandi. Masih terdengar suara tawa ibuku dari kamar sebelah. Jam dinding di ruang keluarga menunjukkan angka 9. Aku berkemas untuk berangkat ke kampus. Satu jam terlambat untuk mengikuti mata kuliah.

Kiriman Pesan dari :Puisi Inunesia

mimpi bumi
Untuk anggota coretan budaya
Oleh:koying

dalam serabut akar pada lintas zaman,
menjelaskan setiap generasi ada dan berada.
terkadang melihat gambaran tiang tiang di bangun pada seribu kemasan.
untuk menajapkan ke absolutnya pada imaji yang meluas ke angkasah.
pada waktu tetap saja roda waktu tetap sama. pada perwujudtan mata.

dalam ilalang zaman menutupi padang rumput di tepi matahari berdendang keemasan.
bercerita kepada semua insan yang hidup dipinggir ataupun di tengga padang rumput.
hujaran semua indahnya takdir tercipta di tangan insan di dalam pada rumput zaman.
tanpa meningalkan tanah merahnya
tanpa meningalkan batunya.
tanpa meningalkan akar rumputnya.

seakan siluman, mendorong otak dan kaki untuk dijelajai,
penjelajaan bukan untuk menaklukan, tapi saling berbagi.
entah itu berbeda anutan, atau berbeda tindakan.
cuma saling mengerti, apa yang terjadi
bukan untuk menujuk diri siapa yang berani,
sekaligus tak melihat terhukum ataupun tak terhukum.
sebab kepentingan itu cuma permukaan.
sebab kepentingan itu cuma ego diri.

ada terpenting di atas itu semua,padang rumput itu harus terjaga,
padang rumput itu harus seebagai jiwa,
dan jiwa itu ada di atas tanahnya, bukan langitnya
dan itulah kenyatahaanya,
mungkin banyak ingin terbang ke langit, tapi tak ada orang mau ingin menembus bumi.
karena bumi itu gelap, tak seperti di atas langit sana. langit penu bintang dan purnama.

Pesan dari: JAFUSY ( Jaringan Fundamentalist Sastra BOYOLALI )INDONESIA

di langit senja
Untuk anggota JAFUSY (Jaringan Fundamentalist Sastra BOYOLALI) INDONESIA

Karya : Aikawa Iethuw ChaYow

bias cahya indah terpantulkan
jingga terhenti, warnai awan putih bergumpal
lukiskan pelangi di langit senja

tenangkan hati ku melihatnya
seperti pertemuan di senja ini
cinta ku kembali ke palung hati
berikan pesona di langit hati ku

sejenak pudar, akan berganti awan kelam

tapi ku tak mau ini berakhir
ku masih ingin melihatnya dalam petang, yang ia belakangi di ufuk barat.

Catatan Dian Cunong Prameswari: JANUARI MERONA

JANUARI MERONA
Karya Dian Cunong Prameswari

hujan kecil pada malam membiru
berteduh ku dihalaman mu
tak peduli pada pintalan waktu

pada daun yang ditikam sunyi
butiran hujan berkisah
aku kau nyalakan api sepanjang dingin jalan
aku kau pinta jadi bara menyala
hingga dentang menuju jabal rahmah

hujan kecil mengekalkan sentuhan suara
yang tertimbun
menjelma bara

aku mencintaimu merasa jadi segala

pada hujan kecil ku bisikan
akan ku matangkan perjalanan
kedalam tanahmu berziarah

Untuk anggota JAFUSY ( Jaringan Fundamentalist Sastra BOYOLALI )INDONESIA

Kemanakah

Oleh: Raden Wahyu Samudra

kuteguk seceguk tatapan kosong
yang memenuhi relung binar kornea matamu
di lekuk garis kehijau-hijauan syaraf itu
coba ku kalkulasi seberapa ruwet labirin emosi dikandung jiwamu

kini,
seolah sorot itu lenyap dikeheningan sorak ilusi
beku menggigil bersama sublimasi antara hati & imaji

kemanakah ?
hilangnya tatapan cantik pesona morse matamu

kurindu memecahkan setiap erat
kerumitan menyimpul mati di binar itu

kuingin tenggelam karam di teka teki tak tereka
pada kedangkalan sorot itu

kemanakah ?
ya tuhan..

kemanakah ?
harus kucari

sedang sepekan yang lalu
kutemui bunga rampai aroma zaitun
tersebar di cungkup peristirahatan pemilik mata coklat ranum itu

Kiriman Pesan dari: Serigala Sajak Sh Awi

KEAGUNGAN ITU MILIK BAPAK

ku ingat swtu hal yang telah ku
lewatkannn
apakah itu kenapa hatiku berdesir kencang
aku tak sanggup mengingatnya lagi
apa yang terlewatkan
apa itu ....
apa
begitu kuingat ternyata hatiku menangis
saat kubertemu cinta ku lupa ucapkan
cinta......
kulupakan kan itu...
lupa kukatakan cinta
bersedih aku disini.........
cinta....
kejam nya engkau tak mengatakan
cinta pada dia yang kucinta.


Biodata


Tanggal Lahir: 02 November 1982 Kota Asal: banyodono, Boyolali, Indonesia Agama:islam itus Web: http://WWW.luvanitas.blogspot.com
 
7TQ5GW3HXHM7