Aku datang malam ini, Tuhan
Setelah terasing dari rumah, dulu
Seperti merpati patah sayap
Pada sangkar bernama gelap
Aku datang malam ini, Tuhan
Tapi dadaku belum cukup lapang, sayang
Sembunyikan luka galau pada tarian mata
Namun cahaya lilin di goyang, di sudut ruang
Oleh angin sela dinding tua
Aku datang malam ini, Tuhan
Seperti batu membeku, dicengkeram nasib
Pun waktu yang ganas
Sepertinya kiamat tiba menghitung hari
Aku datang malam ini, Tuhan
Telah coba kumengerti
Seperti pernah didamaikan nasib
Tapi dadaku belum cukup lapang, sayang
Hingga hujan menderas, mengepung hari
Membatu seperti rumah tua itu
Menempatkanku mensujudkan diri berkali lagi
Tapi aku belum cukup kata
Dan semua kembali memaksa diterima
Kini dirajam diriku pada kosong
Kesepian dingin pada rumah tanpa langit ini:
Dunia yang jauh di sana
Tinggallah erangan cahaya tengah malam
Selebihnya sunyi dan kiamat memenjara
Tegal, 190410 : 22.35
Setelah terasing dari rumah, dulu
Seperti merpati patah sayap
Pada sangkar bernama gelap
Aku datang malam ini, Tuhan
Tapi dadaku belum cukup lapang, sayang
Sembunyikan luka galau pada tarian mata
Namun cahaya lilin di goyang, di sudut ruang
Oleh angin sela dinding tua
Aku datang malam ini, Tuhan
Seperti batu membeku, dicengkeram nasib
Pun waktu yang ganas
Sepertinya kiamat tiba menghitung hari
Aku datang malam ini, Tuhan
Telah coba kumengerti
Seperti pernah didamaikan nasib
Tapi dadaku belum cukup lapang, sayang
Hingga hujan menderas, mengepung hari
Membatu seperti rumah tua itu
Menempatkanku mensujudkan diri berkali lagi
Tapi aku belum cukup kata
Dan semua kembali memaksa diterima
Kini dirajam diriku pada kosong
Kesepian dingin pada rumah tanpa langit ini:
Dunia yang jauh di sana
Tinggallah erangan cahaya tengah malam
Selebihnya sunyi dan kiamat memenjara
Tegal, 190410 : 22.35
Tulisan Lain:
0 comments:
Posting Komentar