http://paradeciptakarya.blogspot.com/atom.xml7TQ5GW3HXHM7

Pages

Catatan Dgkumarsana Kum: DARI SUDUT PANDANG SEKOTONG


Sekotong,
nasib selalu ajaib, dari sudut bebukitan terhampar memandang sawah menguning
dataran berbelah berbatas air laut, menatap gili nanggu nan indah
pinggiran pantai menjorok pada hotel berpondasi air mengayun
ada komoditas lepas
bebukitan jadi kelu dirangsak
orang-orang bagaikan bah semut menggerayang memacu macul segempal harapan
sentir,tenda membentuk paguyuban baru
butiran emas berkilau di panas cuaca terik terpaku
saksi bisu
lalu lalang yang merapal doa
atau tidak sama sekali tanpa restu melipatkan nyawa dalam keberanian
Tuntas
ada yang mati.....ada yang mati..... stttt, diam!
ada yang lebih penting dari kematian disamping harta yang menunggu
kemiskinan ini terlalu menakutkan bagi generasi siswa gratis yang dibiayai pendidikan
atas nama anak murid tak mampu
penambang emas, menambang nyawa segenap yang dipertaruhkan
siapa yang mati hari ini? Warga kelahiran disinikah? Atau kaum pendatang tak jelas? Semayam dalam kubur batu nisan diselingi doa secukupnya
atau berkubang meregang di sembarang lubang tanpa dikenal sanak famili
itu tidak terlalu penting ibarat mengubur tekad menjamah masa depan yang menunggu
”bongkahan emas disini jauh lebih mewujudkan mimpi dalam altar megah” bisik penambang sembari menghitung-hitung dalam jejalan karung yang pasti.

Sekotong nan ajaib
bukit yang menjanjikan emas kemasyhuran
hingga jantung terbelah bau napas tanah yang tidak menampakkan uapnya
terkoyak habis membentuk lorong yang kian jauh pada kedalaman jantung bumi
menciptakan pernik-pernik baru tanah-tanah kehancuran

Sekotong nan ajaib
sim salabim bukit berharta
menyadap mimpi mimpi dalam khayal gurat gurat kepastian

KIRIMAN: Chandra Budi Prasetyo

Pneumonia dan Produk Perlebahan ( Bagian 1 )

Pneumonia kerap disepelekan, padahal di Indonesia, pneumonia merupakan penyebab kematikan nomor tiga setelah kardiovaskuler dan tuberkulosis. Bahkan, menurut data tahun 2008, pneumonia adalah penyebab kematian balita nomor satu, melebihi jumlah kematian yang disebabkan oleh malaria, campak, atau AIDS.

Pneumonia adalah radang pada jaringan paru-paru bernama pulmonary alveolus (alveoli). Alveoli bertugas menyerap oksigen, namun peradangan tersebut membuatnya berisi cairan. Itulah sebabnya mengapa pneumonia juga dikenal dengan nama paru-paru basah atau radang paru-paru.

Pneumonia sebenarnya tergolong penyakit umum, diduga menyerang 1 dari 100 orang setiap tahunnya. Tingkat keseriusan penyakit ini tergantung pada penyebab peradangannya, didukung dengan kondisi kesehatan orang yang bersangkutan. Penyakit kronis, konsumsi alkohol, dan usia lanjut dapat memperparah peradangan tersebut.

Dari mana datangnya peradangan itu? Ditengarai ada 50 penyebabnya, baik oleh infeksi - oleh bakteri, virus, jamur, atau parasit - maupun iritasi kimiawi atau fisik akibat penyakit lain atau terlalu banyak minum alkohol. Peradangan-peradangan tersebut berkisar dari yang ringan hingga yang dapat mengancam nyawa.

Secara umum, pneumonia dapat dikategorikan menjadi empat jenis.
• Pneumonia akibat lingkungan karena penyakit ini tersebar dalam satu komunitas yang luas. Jenis ini umumnya disebabkan oleh bakteri pneumococci, bakteri mycoplasma, atau virus influenza.
• Pneumonia rumah sakit yang, sesuai namanya, biasa diperoleh di rumah sakit. Jenis ini memiliki jumlah penyebab potensial yang jauh lebih banyak bila dibandingkan dengan pneumonia yang berkembang di tengah-tengah masyarakat.
• Pneumonia aspirasi yang diakibatkan oleh bakteri yang terhirup oleh paru-paru, biasanya bermula dari isi lambung masuk ke dalam paru-paru setelah seseorang muntah. Penyebab lainnya berhubungan dengan gangguan saat menelan makanan.
• Pneumonia karena organisme oportunitis yang umumnya menyerang seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Organisme oportunitis itu tidak akan merugikan mereka yang memiliki badan sehat, namun akan sangat berbahaya bagi penderita AIDS, anemia sickle cell, dan kondisi lain yang berhubungan dengan gangguan sistem imun tubuh. Mengonsumsi obat-obatan yang menekan sistem tubuh manusia, misalnya kortikosteroid atau kemoterapi, juga berkontribusi meningkatkan risiko infeksi oportunitis ini.

Awalnya pneumonia bisa saja muncul dalam bentuk flu, selesma, atau komplikasi flu. Kondisi tersebut kemudian diikuti dengan demam yang terkadang disertai batuk. Yang berpotensi menjadi pneumonia ditandai dengan batuk kering dan yang menghasilkan reak berwarna atau berdarah. Entah terkena pneumonia jenis manapun, seorang penderita awalnya akan menunjukkan gejala batuk, napas pendek-pendek, nyeri di dada (pleurisy), rasa dingin, dan demam.

mimpi bulan hitam

Bagus Black 24 Februari jam 23:40 Balas
Untuk anggota JAFUSY ( Jaringan Fundamentalist Sastra BOYOLALI )INDONESIA

dalam ruang mimpi hitam,
putih menciumi anak anaknyai,
seakan lupa akan luka,
desahpun menampar perih luka menganga,
berputih tulang tulang pecah ,
nafas satu pada retak jantung sang pecandu,
wahai ladang anggur yang lahir sebelum waktu,
helai tangan selalu pucat memuja ekstase,

pasrah menghantam pada dinding
yang meninggalkan muka dan jalan kosong,
begitu pekat mengingatkanku pada darah......ya darah
bergumpal awan hitam berderai tangis batu,
sedang sesiang itu berarak wajah pasi ,
bening yang semakin hilang buram.................

Berita Liputan 6 SCTV: Diprotes Cina, Radio Erabaru Masih Beroperasi

Kiriman pesan :Rachmat Pudiyanto 24 Februari jam 16:52
22/02/2010 20:53

Liputan6.com, Batam: Rencana Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Batam, Kepulauan Riau, untuk melarang kegiatan penyiaran radio Erabaru mulai Senin (22/2), belum bisa dilaksanakan. Sebab, belum ada keputusan akhir dari Mahkamah Agung (MA).

Suasana kantor radio Erabaru yang berlokasi di Jalan Borobudur D1, Palm Hill, Bukit Senyum, Batam, berjalan seperti biasa. Karyawan maupun reporter dan penyiar tetap melaksanakan pekerjaan rutinitas harian seakan tidak ada masalah.

Pengumuman penghentian operasional Erabaru ini berkaitan dengan program berita, di antaranya tentang berita pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di Cina. Misalnya, kasus pembunuhan dan pengambilan organ tubuh praktisi Falun Gong, kerusuhan Tibet, dan penganiayaan kaum muslim Uighur dan pelanggaran HAM lainnya.

Hal tersebut menyebabkan Kedutaan Besar Cina di Jakarta meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menutup siaran radio Erabaru karena dinilai menyiarkan propaganda politik yang mendiskreditkan pemerintah Negeri Tirai Bambu itu. Cina juga menuduh radio Erabaru dibiayai kelompok Falun Gong.

Balai Monitor Frekuensi Batam serta Departemen Komunikasi dan Informasi akhirnya memberi tiga kali surat peringatan pada 2008, yang intinya menyampaikan agar radio Erabaru menghentikan siaran pada Senin (22/2) ini.

Di tingkat pengadilan negeri, Erabaru dinyatakan kalah. Dengan dibantu Lembaga Bantuan Hukum Pers, Erabaru mengajukan kasasi ke MA namun hingga kini belum ada keputusan.

Saat ini sedikitnya sebelas orang terdiri dari wartawan dan bagian administrasi yang menggantungkan nasib di radio Erabaru. Mereka berharap agar radio 106,6 FM itu tetap mengudara seperti sedia kala.

Meski mendapat berbagai intervensi dari pemerintah Cina, namun sejak didirikan pada Maret 2005 lalu, radio Erabaru tetap eksis dan mendapat tempat di hati para pendengar, terutama di Kepulauan Riau.(TES/YUS)

Catatan Wayan Jengki Sunarta: (Puisi) Suatu Waktu Aku Tiba di Rotterdam

(Puisi) Suatu Waktu Aku Tiba di Rotterdam
Wayan Sunarta

Suatu Waktu Aku Tiba di Rotterdam

helena…helena…
suatu waktu aku ‘kan tiba di rotterdam
mengunjungimu dengan seluruh rindu
saat musim semi mekar demi janji

kita berperahu sejauh alur sungai
aku mendayung, terus mendayung
kau senyum menatap kawanan angsa
yang bercumbuan mesra
hingga lesung pipimu lembut merona
bikin aku gemas karena cinta

siapa yang bisa menduga
kau dan aku dipertemukan
sehelai kartu pos
bergambar bunga-bunga tulip merekah

sejenak kita abaikan waktu, sang guru
yang mengajari kita banyak rahasia itu

kita menyelinap ke gang-gang kota
mampir di kedai-kedai sederhana
minum anggur sambil saling membaca harapan
pada matamu yang bagai lautan tak terduga
pada mataku yang letih karena insomnia

bergandengan tangan kita susuri trotoar yang ramah
tawar menawar dengan pedagang-pedagang cindramata
kau tentu suka kalung manik-manik
yang dijulurkan si gadis gipsy itu

di lehermu yang jenjang
yang lekuk dan likunya tak jenuh kujelajahi
manik-manik itu berkilau
lebih sempurna dari cahya senja
lebih sumringah dari semerbak bunga
hingga urat biru di bening kulitmu
jadi makin bermakna

helena…helena…
suatu waktu aku ‘kan tiba di rotterdam
sekuntum bunga margot kusematkan
di rambutmu yang blonda
dan kita bercinta dalam telaga
bagai sepasang angsa kasmaran

2006
(termuat dalam buku kumpulan sajak "IMPIAN USAI")

nb
- kumuat di noteku untuk dian cunong yang sangat menyukai sajak ini...
 
7TQ5GW3HXHM7